Komitmen penuh untuk meminimalkan dampak sosial dan lingkungan
Pada tanggal 23 Agustus 2025, terjadi kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Pemerintah setempat, Tim Tanggap Darurat (ERG) PT Vale, dan masyarakat telah membentuk tim tanggap darurat gabungan untuk memastikan langkah-langkah penanggulangan, mitigasi, dan pemulihan.
Three phases of crisis management
Respons
Pemulihan
Pemulihan Operasional
PT Vale Indonesia Tbk menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kebocoran pipa minyak yang terjadi di Desa Lioka, Kecamatan Towuti. Kami memahami bahwa situasi ini berdampak pada lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Sebagai bentuk tanggung jawab, kami telah memulai rencana pemulihan menyeluruh yang mencakup aspek lingkungan dan sosial, dengan tujuan utama memastikan keselamatan, keberlanjutan, dan ketenangan bagi masyarakat.
Pemulihan Lingkungan
Jalur Pipa: Area jalur pipa yang terdampak telah diamankan dan dibersihkan. Oil boom dan oil trap telah dipasang untuk mencegah penyebaran minyak, serta kolam kantong dibangun untuk menampung sisa minyak.
Pemulihan Ekologis
Flora: Penilaian dan pemulihan vegetasi terdampak sedang dilakukan.
Fauna: Pemantauan terhadap satwa liar dilakukan untuk memastikan habitat tetap aman.
Pengelolaan Limbah: Minyak dan material tercemar disimpan dan diproses di fasilitas limbah B3 milik PT Vale sesuai standar lingkungan.
Pengelolaan Lahan: Pengujian tanah sedang berlangsung. Teknik remediasi seperti bioremediasi akan diterapkan untuk memulihkan kesuburan tanah.
Pemulihan Sosial
Dukungan Agraria
Sawah: PT Vale bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kelompok tani untuk menilai kondisi sawah yang terdampak dan memberikan dukungan berupa pemulihan tanah, bantuan penanaman ulang, serta perlindungan mata pencaharian.
Lahan Non-Sawah: Lahan pertanian lainnya juga sedang dievaluasi untuk memastikan seluruh bentuk penghidupan masyarakat diperhatikan.
Fasilitas Umum
Akses: Jalan dan jalur menuju area terdampak sedang diperbaiki untuk memastikan akses yang aman bagi warga dan tim pemulihan.
Saluran Irigasi dan Bendungan: PT Vale melakukan inspeksi dan pembersihan saluran irigasi serta bendungan di sekitar lokasi untuk memastikan keduanya tetap aman dan berfungsi. Pemeriksaan struktur sedang dilakukan, dan perbaikan yang diperlukan akan dikoordinasikan dengan pihak berwenang setempat.
Rencana pemulihan ini mencerminkan komitmen PT Vale untuk meyakinkan masyarakat bahwa upaya pemulihan dilakukan secara menyeluruh, kolaboratif, dan berfokus pada keberlanjutan jangka panjang. Kami bekerja berdampingan dengan pemerintah dan masyarakat untuk memastikan kehidupan di Towuti tetap berjalan dengan aman dan stabil.
Photo: PT Vale Indonesia Tbk
Fase Respons
Langkah-langkah penanganan yang dilakukan meliputi pengamanan area terdampak, pemasangan oil boom dan sistem penahan tumpahan minyak, pelaksanaan pemantauan lingkungan, serta pengelolaan minyak yang berhasil dipulihkan dan material terkontaminasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Remediasi lahan dan bioremediasi juga dilaksanakan apabila diperlukan.
Foto: PT Vale Indonesia Tbk
Salah satu pipa PT Vale mengalami kerusakan di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur pukul 07.30 WITA. Dengan segera, Perusahaan membentuk Tim Emergency Response Group (ERG), dan Pemerintah mengeluarkan surat keputusan untuk menetapkan kondisi tanggap darurat mulai 23 Agustus hingga 5 September. Tindakan yang dilakukan antara lain:
- Penentuan titik hulu (sumber kebocoran), serta titik 1 (Desa Lioka) dan titik 2 (Desa Lioka) sebagai area yang mulai terdampak.
- Pembuatan pond di titik hulu (sumber kebocoran).
- Tim ERG melakukan penyedotan dan pembersihan di area yang sungai yang terkontaminasi MFO.
- Hulu: Isolasi pipa yang bocor, Pengerasan jalan, NDT (thickness, penetrant), instal tangga, housekeeping absorbent, penyedotan MFO.
- Titik 1: Pembersihan MFO di irigasi, penyedotan pond, mobilisasi fuel truck.
- Titik 2: Pembersihan & penyedotan MFO ke truck.
- Titik 5: Cleaning area, mobilisasi trashbag, perbaikan pompa.
- Titik 6: Penyedotan & pengangkatan drum.
- Titik 7: Bersihkan minyak, angkut drum/trashbag, pasang boom baru.
- Titik 8 & 9: Pembendungan MFO, penyedotan di sekitar boom.
Tim ahli dari Sucofindo mengambil sample air dan pemantauan polusi udara untuk ditinjau lebih lanjut. Sementara pembersihan di wilayah terdampak terus berlanjut, termasuk pembersihan aliran sungai oleh kelompok masyarakat di enam desa: Desa Lioka, Desa Wawondula, Desa Langkea Raya, Desa Matompi, Desa Baruga, dan Desa Timampu serta puluhan pekerja yang dikerahkan oleh mitra kontraktor PT Vale.
Pemerintah Daerah, Bupati Luwu Timur, PT Vale Indonesia, dan masyarakat berdiskusi dalam menetapkan skema penyelesaian untuk wilayah yang terdampak. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengumumkan perpanjangan periode tanggap darurat hingga 12 September 2025, untuk memberikan ruang bagi penyelesaian pembersihan sisa minyak di lapangan. PT Vale menegaskan langkah yang diambil Perusahaan bukan semata memenuhi tanggungjawab korporasi, melainkan bagian solusi jangka panjang yang aman dan berkelanjutan. Sejalan dengan itu, PT Vale mengedepankan penyelesaian dan pemulihan berbasis pendekatan ilmiah (scientific).
Fase Pemulihan
Setelah kegiatan pembersihan di area terdampak selesai pada November 2025, PT Vale melanjutkan upaya pemulihannya. Salah satu inisiatif utama difokuskan pada pemulihan produksi pertanian.
Hingga 20 Agustus 2026
91,14%
progress penyelesaian kompensasi
88,75%
aduan dan keluhan ditindaklanjuti dan diselesaikan
Recovery Phase
Following the completion of cleanup activities in the affected area in November 2025, PTVI continued its recovery efforts. One key initiative focused on restoring agricultural production following the oil pipeline leak, which had impacted rice farming activities. This program was implemented in response to community concerns regarding potential declines in rice productivity and quality resulting from the incident.
PTVI remains committed to addressing every grievance seriously and responsibly through the Company's established grievance resolution mechanism. All concerns are handled in a transparent, fair, participatory, and accountable manner.
To support agricultural recovery, the Company has collaborated with the East Luwu Regency Government, the Towuti Agricultural Extension Center (BPP Towuti), and the Bogor Agricultural University (IPB). Together, they are implementing agricultural restoration programs in several areas, including Lioka, Baruga, Langkea Raya, Matompi, and Timampu villages.
Fotógrafo: xxxx
Recovery Phase
Following the completion of cleanup activities in the affected area in November 2025, PTVI continued its recovery efforts. One key initiative focused on restoring agricultural production following the oil pipeline leak, which had impacted rice farming activities. This program was implemented in response to community concerns regarding potential declines in rice productivity and quality resulting from the incident.
PTVI remains committed to addressing every grievance seriously and responsibly through the Company's established grievance resolution mechanism. All concerns are handled in a transparent, fair, participatory, and accountable manner.
To support agricultural recovery, the Company has collaborated with the East Luwu Regency Government, the Towuti Agricultural Extension Center (BPP Towuti), and the Bogor Agricultural University (IPB). Together, they are implementing agricultural restoration programs in several areas, including Lioka, Baruga, Langkea Raya, Matompi, and Timampu villages.
Program Pemulihan Agraria
- Kegiatan pemulihan produksi pertanian pasca kebocoran pipa minyak berdampak pada pertanian budidaya padi sawah merupakan tindaklanjut dari penyelesaian pengaduan dari masyarakat yang khawatir akan turunnya produktivitas dan kualitas padi akibat dampak kebocoran.
- Perusahaan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Towuti, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan upaya pemulihan produksi pertanian di beberapa area, yakni Desa Lioka, Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu.
- Perusahaan senantiasa berkomitmen untuk merespon setiap aduan secara serius dan bertanggung jawab melalui mekanisme penyelesaian pengaduan yang berlaku di perusahaan PT Vale. Pengaduan tersebut akan ditindaklanjuti secara transparan, adil, dan partisipatif, serta dapat dipertanggungjawabkan.
A. Penyelesaian Kompensasi Dampak
Sejak hari pertama kejadian kebocoran pipa minyak, perusahaan berkomitmen untuk hadir dengan solusi serta tanggung jawab, termasuk penyelesaian kompensasi dampak yang dilakukan secara transparan melalui pelibatan pemangku kepentingan terkait dengan tahapan sebagai berikut:
- Identifikasi dan verifikasi objek terdampak yang dilakukan oleh tim terpadu yang terdiri dari PT Vale, Pemerintah Daerah Luwu Timur, BPP Kecamatan Towuti, dan Perwakilan Pemerintah Desa setempat, yang berlangsung mulai dari 25 Agustus 2025 - Akhir Oktober 2025
- Penyusunan skema kompensasi yang juga melibatkan OPD terkait di Pemerintahan Daerah, berlangsung pada 2 September 2025
- Sosialisasi skema kompensasi dan alur tahapan pembayaran yang dilakukan di setiap desa terdampak, berlangsung pada 7 - 15 Oktober 2025
- Finalisasi dan penyesuaian skema berdasarkan masukan masyarakat, berlangsung 7 November 2025
- Pembentukan tim verifikasi administrasi tingkat desa untuk memudahkan masyarakat dalam menyiapkan kelengkapan administratif seperti identitas, rekening, dasar kepemilikan lahan, dan lain sebagainya, berlangsung pada 10 Oktober 2025
- Pelaksanaan dan implementasi mekanisme pembayaran kompensasi, yang ditandai dengan kegiatan penyerahan simbolis kompensasi oleh Bupati Luwu Timur, berlangsung pada 2 Oktober 2025
- Monitoring dan evaluasi
Identifikasi dan verifikasi objek terdampak
Penyusunan skema kompensasi
Penyusunan skema kompensasi
Sosialisasi skema kompensasi ke masyarakat
Sosialisasi skema kompensasi ke masyarakat
Penyerahan simbolis kompensasi
Identifikasi dan verifikasi objek terdampak
Penyusunan skema kompensasi
Sosialiasi skema kompensasi ke masyarakat
B. Progres pembayaran kompensasi
- Sampai dengan 20 Agustus 2026, progres penyelesaian kompensasi telah mencapai 91,14% dan perusahaan berkomitmen untuk melakukan penyelesaian sampai 100%
- Objek terdampak: Padi, empang, kebun, nelayan tangkap, nelayan bubu, usaha pertanian, ternak, penjual ikan danau, ikan hias, sumur warga, sumur sawah, dan sawah mina padi
- Objek terdampak dengan pembayaran kompensasi yang sudah mencapai 100%: nelayan tangkap, nelayan bubu, penjual ikan danau, ikan hias
- Desa dengan pembayaran objek terdampak yang sudah 100%: Desa Pekaloa
C. Detail kendala dan upaya penyelesaian
Kejelasan luasan dan batas kepemilikan lahan antar masyarakat
Dalam hal ini PT Vale memfasilitasi untuk memperjelas batas antara masing-masing pemilik dengan melakukan pengukuran langsung di Lapangan menggunakan GPS.
Kelengkapan administrasi
PT Vale bersama Pemerintah membentuk tim di tingkat desa untuk membantu masyarakat dalam mempersiapkan kelengkapan berkas yang diperlukan.
Tidak menyepakati nilai kompensasi
Beberapa masyarakat tidak setuju dengan skema kompensasi sehingga tidak bersedia menerima kompensasi yang ditawarkan oleh PTVI. Untuk kendala seperti ini, beberapa kali dilakukan pertemuan dan dialog dengan masyarakat untuk mendengarkan apa yang menjadi aspirasinya, dan mencari titik kesepakatan antara PTVI dan Masyarakat.
Tidak ada kesepakatan antara pemilik dan penggarap
PTVI Mengakomodir pembayaran terpisah antara pemilik dan penggarap lahan, sesuai dengan aspirasi masyarakat, yang dituangkan dalam surat kesepakatan antara pemilik dan penggarap terkait proporsi pembagian atas hak antara pemilik dan penggarap. Namun ada beberapa yang tidak saling bersepakat satu sama lain. Untuk keadaan seperti ini, PTVI dan Pemerintah Desa setempat mengambil inisiatif untuk memediasi para pihak agar ditemukan kesepakatan.
- Kendala internal adanya migrasi sistem. Di masa-masa akhir pelaksanaan pembayaran kompensasi, PTVI melakukan migrasi sistem internal perusahaan sehingga sempat menghambat proses pembayaran selama beberapa waktu. Namun saat ini kendala tersebut sudah teratasi dan proses pembayaran objek yang belum terbayar kembali berlanjut.
D. Penyelesaian pengaduan
Sampai dengan 20 Agustus 2026, perusahaan telah menindaklanjuti dan menyelesaikan 88,75% aduan dan keluhan.
Seluruh penyelesaian pengaduan terkait kompensasi masih terus berjalan sesuai dengan mekanisme penanganan keluhan yang berlaku di perusahaan dan telah disosialisasikan kepada pemangku kepentingan terkait (detail upaya yang dilakukan dapat dilihat pada Poin C)
Untuk laporan, keluhan, kekhawatiran, atau masukan terkait proses ini, silakan menghubungi hotline pengaduan melalui nomor WhatsApp yang tercantum di bawah.
0811 4430 1679
PT Vale juga menyediakan mekanisme pelaporan anonim melalui Vale Whistleblower Channel (VWC). Silakan klik di sini untuk mengakses platform VWC.
Klik tombol di bawah untuk menelusuri halaman ini:
Berita
Berita dan Rilis
Pemulihan Berkelanjutan: Jaga Ekosistem Danau Towuti, PT Vale Uji Kualitas Air
Upaya pemulihan pasca-insiden pipa minyak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur terus berlanjut dengan mengedepankan pendekatan kolaborasi dan ilmiah. Memasuki hari ke-19, PT Vale kini fokus memastikan kualitas air di Danau Towuti terjaga. Selanjutnya >>
Fotógrafo: xxxx
Tim gabungan memperkuat upaya pemulihan lingkungan dengan pendekatan berbasis data ilmiah. Pemantauan kualitas udara dilakukan berdasarkan aduan warga yang disampaikan ke Posko Pengaduan dan Informasi. Selanjutnya>>
Selanjutnya >>
Pemda Lutim bersama PT Vale memaparkan mekanisme solusi kepada masyarakat terdampak yang mencakup klasifikasi dampak, skema kompensasi, serta perpanjangan periode tanggap darurat. Selanjutnya >>
Upaya diskusi dengan masyarakat juga terus dilakukan, pada tanggal 27 Oktober 2025, PT Vale kembali melaksanakan dialog terbuka dengan dimediasi oleh Irwan Bachri Syam, Bupati Luwu Timur, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Forkopimda. Selanjutnya>>
Selanjutnya >>
Sebanyak empat desa di Kecamatan Towuti yang terdampak yakni Lioka, Matompi, Langkea Raya dan Timampu telah diberikan sosialisasi terkait penyaluran dana kompensasi. Selanjutnya >>
PT Vale menegaskan kemajuan signifikan penanggulangan pasca kejadian kebocoran pipa minyak. Dari sebelas titik , enam titik telah selesai ditangani dengan baik, di mana tidak ditemukan lagi sisa minyak secara kasat mata di aliran air. Selanjutnya>>
Selanjutnya >>
Upaya pemulihan pasca-insiden pipa minyak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur terus berlanjut dengan mengedepankan pendekatan kolaborasi dan ilmiah. Memasuki hari ke-19, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kini fokus memastikan kualitas air di Danau Towuti terjaga. Selanjutnya >>
Tim gabungan memperkuat upaya pemulihan lingkungan dengan pendekatan berbasis data ilmiah. Pemantauan kualitas udara dilakukan berdasarkan aduan warga yang disampaikan ke Posko Pengaduan dan Informasi. Selanjutnya>>
Selanjutnya >>
Pemda Lutim bersama PT Vale memaparkan mekanisme solusi kepada masyarakat terdampak yang mencakup klasifikasi dampak, skema kompensasi, serta perpanjangan periode tanggap darurat. Selanjutnya >>
Dari langkah-langkah darurat di hari-hari awal, proses pemulihan kini ditata lebih terstruktur melalui sinergi Pemerintah Daerah Luwu Timur, masyarakat, dan PT Vale. Selanjutnya>>
Di tengah dampak kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, warga Dusun Molindowe di Desa Lioka dan Desa Timampu menghadapi krisis air bersih. Selanjutnya >>
Sebuah insiden dapat menjadi ujian sekaligus titik balik. Bagi PT Vale, kebocoran pipa minyak yang terjadi di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, pada 23 Agustus 2025 lalu adalah momen penting untuk membuktikan bahwa pemulihan bukan hanya soal menangani dampak. Selanjutnya>>
Sejak hari pertama insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, 23 Agustus 2025, PT Vale langsung menggerakkan tim darurat yang bekerja siang dan malam untuk meminimalisir dampak terhadap masyarakat dan lingkungan. Selanjutnya >>
Memasuki hari ketiga insiden kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, PT Vale menegaskan komitmen penuh untuk menangani situasi ini secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab. Selanjutnya>>
Insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, pada Sabtu, 23 Agustus 2025, menjadi bukti nyata bahwa kekuatan gotong royong adalah kunci menghadapi krisis. Selanjutnya >>
Pusat Pengaduan dan Informasi
PT Vale Indonesia telah membuka Pusat Pengaduan & Informasi di Kantor Kecamatan Towuti untuk mendukung warga yang terdampak.
Masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan, masukan, atau laporan secara langsung melalui posko tersebut.
📞 Anda juga dapat menghubungi kami melalui hotline: 0811-4430-1679
💬 Kami terbuka terhadap laporan, saran, dan masukan dari masyarakat.
Towuti Recovery Plan: Restoring Nature, Supporting Communities
As part of our responsibility, we have initiated a comprehensive recovery plan that addresses environmental and social aspects, with the primary goal of ensuring safety, sustainability, and reassurance for the community.
PT Vale Indonesia Tbk expresses deep concern over the pipeline incident that occurred in Lioka Village, Towuti Subdistrict. We understand that this situation has affected both the environment and the lives of the surrounding community. As part of our responsibility, we have initiated a comprehensive recovery plan that addresses environmental and social aspects, with the primary goal of ensuring safety, sustainability, and reassurance for the community.
Environmental Recovery
Pipeline Area: The affected pipeline area has been secured and cleaned. Oil booms and oil traps have been installed to prevent further spread, and containment ponds have been built to collect residual oil.
Ecological Restoration
Flora: Assessment and restoration of affected vegetation are underway.
Fauna: Wildlife monitoring is being conducted to ensure habitats remain safe.
Waste Management: Recovered oil and contaminated materials are being safely stored and processed in PT Vale’s licensed hazardous waste facility, in accordance with environmental standards.
Land Management: Soil testing is ongoing. Remediation techniques, including bioremediation, will be applied to restore land health and usability.
Social Recovery
Agrarian Support
Rice Fields:PT Vale is working closely with local governments and farming communities to assess the condition of affected rice fields and provide support through soil recovery, replanting assistance, and livelihood protection.
Non-Rice Fields: Other agricultural lands are also being evaluated to ensure all affected livelihoods are considered.
Public Facilities
Access: Roads and pathways to affected areas are being repaired to ensure safe access for residents and recovery teams.
Irrigation Channels and Dam: PT Vale is inspecting and cleaning irrigation channels and nearby dams to ensure they remain safe and functional. Structural assessments are being conducted, and any necessary repairs will be coordinated with local authorities.
This recovery plan reflects PT Vale’s commitment to assure the community that recovery efforts are thorough, collaborative, and focused on long-term sustainability. We are working hand-in-hand with local authorities and residents to ensure that life in Towuti continues safely and steadily.
Fotógrafo: xxxx
FAQ
T: Apakah kejadian bocornya pipa minyak PT Vale di desa Lioka PT Vale berbahaya untuk lingkungan?
J: PT Vale menyadari insiden pipa minyak menimbulkan berbagai kekhawatiran masyarakat dalam aspek lingkungan. Perseroan telah mengambil langkah mitigasi awal untuk menjamin sebaran minyak tidak meluas dengan memasang oil boom & oil trap. Di lain sisi, PT Vale juga melakukan pengujian kualitas air dan tanah agar dampak lingkungan dapat dimitigasi dengan baik. PT Vale berkomitmen untuk melakukan operasi secara berkelanjutan dengan mengedepankan kelestarian lingkungan.
T: Jika sawah saya terkontaminasi minyak dari pipa bocor PT Vale, di mana saya harus mengadu?
J: Saat ini, PT Vale membuka Posko Informasi & Dukungan di Balai Desa Lioka serta menerima laporan, saran dan masukan melalui nomor hotline 081144301679. PT Vale memastikan masyarakat mendapat informasi terkini terkait penanganan kebocoran pipa minyak. Keterbukaan informasi adalah kunci kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan perusahaan untuk memastikan kehidupan di Desa Lioka tetap berjalan baik.
T: Apa bentuk pertanggungjawaban PT Vale atas pipa minyak yang mencemari persawahan masyarakat?
J: PT Vale menyadari bahwa sawah, tanah, air adalah sumber kehidupan masyarakat. Perseroan bergerak cepat untuk memitigasi insiden agar keberlangsungan hidup masyarakat Lioka terganggu. PT Vale terus membuka ruang diskusi bersama pemerintah desa juga masyarakat yang terdampak terkait penanganan yang sedang dilakukan.
T:Apa yang sudah dilakukan PT Vale untuk mengantisipasi dampak pencemaran lingkungan dari insiden pipa bocor?
J: Setelah menerima laporan, PT Vale sigap membentuk tim Emergency Response Group (ERG) untuk menangani insiden dengan menjamin keselamatan para pekerja, masyarakat dan perlindungan lingkungan. Tim ERG telah memasang oil boom & oil trap untuk mencegah penyebaran minyak serta melakukan pembersihan dan pengamanan lokasi awal insiden.
T: Apa yang menyebabkan pipa minyak PT Vale bocor?
J: Insiden kebocoran pipa minyak diduga terjadi karena adanya pergerakan tanah. Penyebab masih terus diselidiki oleh tim ERG yang telah dibentuk dan mitigasi dampak juga dilakukan untuk memastikan kehidupan masyarakat Lioka tetap berjalan dengan baik.
T: Berapa banyak wilayah yang terdampak dari insiden bocornya pipa minyak di Desa Lioka?
J: Sampai saat ini, PT Vale masih melakukan pendataan terkait berapa banyak wilayah yang terdampak dari insiden yang terjadi. PT Vale memastikan bahwa kehidupan masyarakat tetap berjalan dengan baik dengan menghadirkan Posko Bantuan Informasi & Dukungan di Balai Desa Lioka. PT Vale juga menyediakan Posko Medis dan Dapur Umum untuk mendukung masyarakat yang terdampak.
Remediation
Fotógrafo: xxxx