Imagem de header interno Imagem de header interno

Komitmen penuh untuk meminimalkan dampak sosial dan lingkungan

Pada tanggal 23 Agustus 2025, terjadi kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Pemerintah setempat, Tim Tanggap Darurat (ERG) PT Vale, dan masyarakat telah membentuk tim tanggap darurat gabungan untuk memastikan langkah-langkah penanggulangan, mitigasi, dan pemulihan.  

Three phases of crisis management

Respons

Pemulihan

Pemulihan Operasional

PT Vale Indonesia Tbk menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kebocoran pipa minyak yang terjadi di Desa Lioka, Kecamatan Towuti. Kami memahami bahwa situasi ini berdampak pada lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Sebagai bentuk tanggung jawab, kami telah memulai rencana pemulihan menyeluruh yang mencakup aspek lingkungan dan sosial, dengan tujuan utama memastikan keselamatan, keberlanjutan, dan ketenangan bagi masyarakat.

Pemulihan Lingkungan

  • Jalur Pipa: Area jalur pipa yang terdampak telah diamankan dan dibersihkan. Oil boom dan oil trap telah dipasang untuk mencegah penyebaran minyak, serta kolam kantong dibangun untuk menampung sisa minyak.

  • Pemulihan Ekologis 

    • Flora: Penilaian dan pemulihan vegetasi terdampak sedang dilakukan.  

    • Fauna: Pemantauan terhadap satwa liar dilakukan untuk memastikan habitat tetap aman.

    • Pengelolaan Limbah: Minyak dan material tercemar disimpan dan diproses di fasilitas limbah B3 milik PT Vale sesuai standar lingkungan.  

    • Pengelolaan Lahan: Pengujian tanah sedang berlangsung. Teknik remediasi seperti bioremediasi akan diterapkan untuk memulihkan kesuburan tanah.

Pemulihan Sosial

  • Dukungan Agraria 

    • Sawah: PT Vale bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kelompok tani untuk menilai kondisi sawah yang terdampak dan memberikan dukungan berupa pemulihan tanah, bantuan penanaman ulang, serta perlindungan mata pencaharian.  

    • Lahan Non-Sawah: Lahan pertanian lainnya juga sedang dievaluasi untuk memastikan seluruh bentuk penghidupan masyarakat diperhatikan.

  • Fasilitas Umum 

    • Akses: Jalan dan jalur menuju area terdampak sedang diperbaiki untuk memastikan akses yang aman bagi warga dan tim pemulihan.  

    • Saluran Irigasi dan Bendungan: PT Vale melakukan inspeksi dan pembersihan saluran irigasi serta bendungan di sekitar lokasi untuk memastikan keduanya tetap aman dan berfungsi. Pemeriksaan struktur sedang dilakukan, dan perbaikan yang diperlukan akan dikoordinasikan dengan pihak berwenang setempat.

Rencana pemulihan ini mencerminkan komitmen PT Vale untuk meyakinkan masyarakat bahwa upaya pemulihan dilakukan secara menyeluruh, kolaboratif, dan berfokus pada keberlanjutan jangka panjang. Kami bekerja berdampingan dengan pemerintah dan masyarakat untuk memastikan kehidupan di Towuti tetap berjalan dengan aman dan stabil.

Photo: PT Vale Indonesia Tbk

Fase Respons

Langkah-langkah penanganan yang dilakukan meliputi pengamanan area terdampak, pemasangan oil boom dan sistem penahan tumpahan minyak, pelaksanaan pemantauan lingkungan, serta pengelolaan minyak yang berhasil dipulihkan dan material terkontaminasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Remediasi lahan dan bioremediasi juga dilaksanakan apabila diperlukan.

Foto: PT Vale Indonesia Tbk

Day 1 | August 23, 2025
Hari ke-1 | 23 Agustus 2025

Salah satu pipa PT Vale mengalami kerusakan di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur pukul 07.30 WITA. Dengan segera, Perusahaan membentuk Tim Emergency Response Group (ERG), dan Pemerintah mengeluarkan surat keputusan untuk menetapkan kondisi tanggap darurat mulai 23 Agustus hingga 5 September. Tindakan yang dilakukan antara lain:

  • Penentuan titik hulu (sumber kebocoran), serta titik 1 (Desa Lioka) dan titik 2 (Desa Lioka) sebagai area yang mulai terdampak.
  • Pembuatan pond di titik hulu (sumber kebocoran).
  • Tim ERG melakukan penyedotan dan pembersihan di area yang sungai yang terkontaminasi MFO.
In coordination with the Towuti District Government, the Regional Disaster Management Agency (BPBD), the Environmental Agency (DLH) of East Luwu Regency, police, and military personnel, a joint task force was established and has been working tirelessly since. Beyond technical response, community solidarity provided additional strength. In Malindowe Hamlet, local women opened their kitchens to cook for hundreds of field workers, turning the spirit of togetherness into a driving force for recovery.
  • Hulu: Isolasi pipa yang bocor, Pengerasan jalan, NDT (thickness, penetrant), instal tangga, housekeeping absorbent, penyedotan MFO.
  • Titik 1: Pembersihan MFO di irigasi, penyedotan pond, mobilisasi fuel truck.
  • Titik 2: Pembersihan & penyedotan MFO ke truck.
  • Titik 5: Cleaning area, mobilisasi trashbag, perbaikan pompa.
  • Titik 6: Penyedotan & pengangkatan drum.
  • Titik 7: Bersihkan minyak, angkut drum/trashbag, pasang boom baru.
  • Titik 8 & 9: Pembendungan MFO, penyedotan di sekitar boom.
Hari ke-2 | 24 Agustus 2025
Melalui koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Towuti, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur, aparat kepolisian, dan TNI, telah dibentuk tim terpadu yang sejak saat itu bekerja tanpa henti. Di balik respons teknis, solidaritas warga memberikan kekuatan tambahan. Di Dusun Malindowe, para ibu membuka dapur mereka untuk memasak bagi ratusan petugas lapangan, menjadikan semangat kebersamaan sebagai energi pemulihan. Titik-titik lokasi terdampak bertambah dengan Titik 3 (Desa Lioka), 4-5 (Desa Baruga), 6-7 (Desa Langkea Raya), 8 (Desa Matompi), 9 (Desa Timampu).
Hari ke-3 | 25 Agustus 2025
PT Vale berhasil mengisolasi sumber kebocoran dan memulai proses perbaikan kebocoran pada pipa. Kolam penampungan (pocket pond) telah dibangun di beberapa titik terdampak, termasuk di titik 9 serta penambahan titik 7a. Oil boom dipasang untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. PT Vale juga telah mendirikan Pusat Pengaduan & Informasi di Kantro Camat Towuti untuk menerima keluhan masyarakat sekitar. Direktur Utama PT Vale, Bernardus Irmanto, hadir langsung di lokasi, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan pemulihan lingkungan merupakan prioritas utama.
Hari ke-4 | 25 Agustus 2025
PT Vale berhasil mengisolasi sumber kebocoran dan memulai proses perbaikan kebocoran pada pipa. Kolam penampungan (pocket pond) telah dibangun di beberapa titik terdampak, termasuk di titik 9 serta penambahan titik 7a. Oil boom dipasang untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. PT Vale juga telah mendirikan Pusat Pengaduan & Informasi di Kantro Camat Towuti untuk menerima keluhan masyarakat sekitar. Direktur Utama PT Vale, Bernardus Irmanto, hadir langsung di lokasi, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan pemulihan lingkungan merupakan prioritas utama.
Hari ke-5 | 27 Agustus 2025
PT Vale bersama para pemangku kepentingan terkait telah membentuk Tim Monitoring dan Asesmen Dampak Lingkungan dan Sosial, yang bertugas untuk memetakan dampak, melakukan asesmen lapangan, serta memastikan setiap tindak lanjut dilakukan secara akuntabel dan terukur.
Hari ke-6 | 28 Agustus 2025
Warga dari desa terdampak secara sukarela bergabung dengan tim teknis di lapangan untuk membantu membersihkan area yang terkena dampak. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan apresiasinya atas semangat solidaritas yang ditunjukkan oleh masyarakat, pemerintah, dan PT Vale dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kecamatan Towuti, yang dihadiri oleh puluhan warga.
Hari ke-7 | 29 Agustus 2025
Hingga 29 Agustus 2025, tercatat 88 aduan resmi telah diterima melalui Posko Pengaduan & Informasi Towuti maupun hotline 24 jam. Dari jumlah tersebut, lebih dari sepertiganya telah ditangani tuntas, termasuk kebutuhan peternak untuk menyediakan tali pengikat ternak dan penyediaan air bersih. Di hari yang sama, ahli tanah dan biodiversitas dari IPB dan Unhas mulai mengunjungi lokasi insiden untuk menilai kondisi lapangan.
Hari ke-8 | 30 Agustus 2025
PT Vale telah menerima 112 aduan resmi, dengan hampir 90 persen disampaikan langsung saat tim berkunjung ke lapangan. Sementara para ahli dari IPB dan Unhas melanjutkan melakukan observasi di lapangan. Selain itu, PT Vale dan masyarakat bersinergi dalam melakukan pembersihan dan mempercepat pemulihan.
Hari ke-9 | 31 Agustus 2025
Tim ERG terus melakukan susur sungai untuk membersihkan film minyak. Adapun upaya untuk menangkap sisa-sisa lapisan minyak di aliran sungai maupun danau, PT Vale memanfaatkan zat EON yang telah teruji ramah lingkungan dan aman. Setiap dua hari sekali, warga menerima pasokan untuk kebutuhan minum, memasak, hingga aktivitas sehari-hari.
Hari ke-10 | 1 September 2025
PT Vale melakukan distribusi air bersih secara masif, dan juga fokus dalam menindaklanjuti aduan masyarakat terutama dalam aspek kesehatan. Di sisi lain, tim ERG menambah pocket pond di Titik 2, sebagai wadah untuk mengumpulkan minyak, sebelum dibawa ke pengolahan limbah B3 milik PT Vale.
Hari ke-11 | 2 September 2025
Pembersihan daerah terdampak terus berlanjut atas sinergi antara PT Vale dan masyarakat. Hingga hari ke-11, tercatat 225 warga dari enam desa terdampak turun langsung melakukan pembersihan di aliran sungai, drainase, hingga lahan pertanian: 75 orang dari Desa Lioka, 30 dari Desa Wawondula, 30 dari Desa Langkea Raya, 30 dari Desa Matompi, 30 dari Desa Baruga, dan 30 dari Desa Timampu. Perusahaan juga aktif mendengar dan memberikan solusi dari aduan warga yang diterima, termasuk memberikan bantuan tali sapi untuk mencegah ternak mendekati air yang terdampak. Posko Pengaduan dan Informasi tambahan yang didirikan di Timampu mulai beroperasi dan menerima aduan dari masyarakat.
Hari ke-12 | 3 September 2025
Pembersihan di enam desa terdampak – Lioka, Langkea Raya, Baruga, Wawondula, Matompi, dan Timampu – menunjukkan hasil nyata. Tim Monitoring dan Asesmen Dampak Lingkungan dan Sosial mulai melakukan pendataan lahan terdampak, sementara dilakukan perbaikan dan pembersihan akses pendukung menuju titik-titik penanganan dan penggunaan zat EON untuk membersihkan tempelan minyak pada tepian sungai yang tedampak. Langkah lanjutan kini difokuskan pada investigasi lanjutan, pembersihan tanah terkontaminasi, pemasangan papan informasi di titik terdampak, serta laporan harian progres pemulihan yang diawasi langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur.
Hari ke-13 | 4 September 2025

Tim ahli dari Sucofindo mengambil sample air dan pemantauan polusi udara untuk ditinjau lebih lanjut. Sementara pembersihan di wilayah terdampak terus berlanjut, termasuk pembersihan aliran sungai oleh kelompok masyarakat di enam desa: Desa Lioka, Desa Wawondula, Desa Langkea Raya, Desa Matompi, Desa Baruga, dan Desa Timampu serta puluhan pekerja yang dikerahkan oleh mitra kontraktor PT Vale.

Hari ke-14 | 5 September 2025

Pemerintah Daerah, Bupati Luwu Timur, PT Vale Indonesia, dan masyarakat berdiskusi dalam menetapkan skema penyelesaian untuk wilayah yang terdampak. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengumumkan perpanjangan periode tanggap darurat hingga 12 September 2025, untuk memberikan ruang bagi penyelesaian pembersihan sisa minyak di lapangan. PT Vale menegaskan langkah yang diambil Perusahaan bukan semata memenuhi tanggungjawab korporasi, melainkan bagian solusi jangka panjang yang aman dan berkelanjutan. Sejalan dengan itu, PT Vale mengedepankan penyelesaian dan pemulihan berbasis pendekatan ilmiah (scientific). 

Hari ke-15 | 6 September 2025
Upaya pembersihan di titik-titik penanganan dilakukan 24/7 oleh tim secara gilir kerja.  Penggunaan zat EON untuk mengikat dan mengurai minyak dilakukan intensif di titik-titik terdampak yang telah dibersihkan dari lapisan minyak. 
Hari ke-16 | 7 September 2025
Komisaris Utama PT Vale, Fauzambi Syahrul Multhazar, meninjau lokasi dan berinteraksi langsung dengan tim lapangan di beberapa titik penanganan dampak kebocoran minyak. Berdasar pemantauan visual di beberapa titik hilir, termasuk titik 9, 10, dan 11, lapisan minyak dan film minyak telah jarang ditemukan.
Hari ke-17 | 8 September 2025
Komisaris Utama PT Vale, Fauzambi Syahrul Multhazar, meninjau lokasi dan berinteraksi langsung dengan tim lapangan di beberapa titik penanganan dampak kebocoran minyak. Berdasar pemantauan visual di beberapa titik hilir, termasuk titik 9, 10, dan 11, lapisan minyak dan film minyak telah jarang ditemukan.
Hari ke-18 | 9 September 2025
Komisaris Utama PT Vale, Fauzambi Syahrul Multhazar, meninjau lokasi dan berinteraksi langsung dengan tim lapangan di beberapa titik penanganan dampak kebocoran minyak. Berdasar pemantauan visual di beberapa titik hilir, termasuk titik 9, 10, dan 11, lapisan minyak dan film minyak telah jarang ditemukan.
Hari ke-19 | 10 September 2025
Komisaris Utama PT Vale, Fauzambi Syahrul Multhazar, meninjau lokasi dan berinteraksi langsung dengan tim lapangan di beberapa titik penanganan dampak kebocoran minyak. Berdasar pemantauan visual di beberapa titik hilir, termasuk titik 9, 10, dan 11, lapisan minyak dan film minyak telah jarang ditemukan.
Hari ke-8 | 30 Agustus 2025
Hingga hari kedelapan, PT Vale telah menerima 112 aduan resmi, dengan hampir 90 persen disampaikan langsung saat tim berkunjung ke lapangan. Sementara para ahli dari IPB dan Unhas melanjutkan melakukan observasi di Lapangan. Selain itu, PT Vale dan masyarakat bersinergi dalam melakukan pembersihan dan mempercepat pemulihan.
Hari ke-9 | 31 Agustus 2025
Tim ERG terus melakukan susur sungai untuk membersihkan film minyak. Adapun upaya untuk menangkap sisa-sisa lapisan minyak di perairan laut, sungai, maupun danau, PT Vale memanfaatkan zat EON yang telah teruji ramah lingkungan dan aman. Setiap dua hari sekali, warga menerima pasokan untuk kebutuhan minum, memasak, hingga aktivitas sehari-hari.
Hari ke-10 | 1 September 2025
PT Vale melakukan distribusi air bersih secara masif, dan juga fokus dalam menindaklanjuti aduan masyarakat terutama dalam aspek kesehatan. Di sisi lain, tim ERG menambah pocket pond di Titik 2, sebagai wadah untuk mengumpulkan minyak, sebelum dibawa ke pengolahan limbah B3 milik PT Vale.
Hari ke-11 | 2 September 2025
Pembersihan daerah terdampak terus berlanjut atas sinergi antara PT Vale dan masyarakat. Perusahaan juga aktif mendengar dan memberikan solusi dari aduan warga yang diterima, termasuk memberikan bantuan tali sapi. Di hari ke-11 ini juga, posko pengaduan dan informasi tambahan di Timampu mulai beroperasi dan menerima aduan dari masyarakat.
Hari ke-12 | 3 September 2025
Di hari ke-12, pembersihan di enam desa terdampak – Lioka, Langkea Raya, Baruga, Wawondula, Matompi, dan Timampu – menunjukkan hasil nyata. Sungai-sungai yang sebelumnya tertutup lapisan minyak kini berangsur jernih, lahan pertanian mulai ditangani, dan empang masyarakat telah masuk dalam daftar pemulihan.
Foto de placeholder Foto de placeholder

Fotógrafo: Ricardo Teles

Fase Pemulihan

Setelah kegiatan pembersihan di area terdampak selesai pada November 2025, PT Vale melanjutkan upaya pemulihannya. Salah satu inisiatif utama difokuskan pada pemulihan produksi pertanian.

Hingga 20 Agustus 2026

91,14%

progress penyelesaian kompensasi

88,75%

aduan dan keluhan ditindaklanjuti dan diselesaikan

Recovery Phase

Following the completion of cleanup activities in the affected area in November 2025, PTVI continued its recovery efforts. One key initiative focused on restoring agricultural production following the oil pipeline leak, which had impacted rice farming activities. This program was implemented in response to community concerns regarding potential declines in rice productivity and quality resulting from the incident.

PTVI remains committed to addressing every grievance seriously and responsibly through the Company's established grievance resolution mechanism. All concerns are handled in a transparent, fair, participatory, and accountable manner.

To support agricultural recovery, the Company has collaborated with the East Luwu Regency Government, the Towuti Agricultural Extension Center (BPP Towuti), and the Bogor Agricultural University (IPB). Together, they are implementing agricultural restoration programs in several areas, including Lioka, Baruga, Langkea Raya, Matompi, and Timampu villages.

Fotógrafo: xxxx

Recovery Phase

Following the completion of cleanup activities in the affected area in November 2025, PTVI continued its recovery efforts. One key initiative focused on restoring agricultural production following the oil pipeline leak, which had impacted rice farming activities. This program was implemented in response to community concerns regarding potential declines in rice productivity and quality resulting from the incident.

PTVI remains committed to addressing every grievance seriously and responsibly through the Company's established grievance resolution mechanism. All concerns are handled in a transparent, fair, participatory, and accountable manner.

To support agricultural recovery, the Company has collaborated with the East Luwu Regency Government, the Towuti Agricultural Extension Center (BPP Towuti), and the Bogor Agricultural University (IPB). Together, they are implementing agricultural restoration programs in several areas, including Lioka, Baruga, Langkea Raya, Matompi, and Timampu villages.

Program Pemulihan Agraria

  • Kegiatan pemulihan produksi pertanian pasca kebocoran pipa minyak berdampak pada pertanian budidaya padi sawah merupakan tindaklanjut dari penyelesaian pengaduan dari masyarakat yang khawatir akan turunnya produktivitas dan kualitas padi akibat dampak kebocoran.
  • Perusahaan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Towuti, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan upaya pemulihan produksi pertanian di beberapa area, yakni Desa Lioka, Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu.
  • Perusahaan senantiasa berkomitmen untuk merespon setiap aduan secara serius dan bertanggung jawab melalui mekanisme penyelesaian pengaduan yang berlaku di perusahaan PT Vale. Pengaduan tersebut akan ditindaklanjuti secara transparan, adil, dan partisipatif, serta dapat dipertanggungjawabkan.
     
Terus gulir untuk mengetahui lebih lanjut

A. Penyelesaian Kompensasi Dampak

Sejak hari pertama kejadian kebocoran pipa minyak, perusahaan berkomitmen untuk hadir dengan solusi serta tanggung jawab, termasuk penyelesaian kompensasi dampak yang dilakukan secara transparan melalui pelibatan pemangku kepentingan terkait dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Identifikasi dan verifikasi objek terdampak yang dilakukan oleh tim terpadu yang terdiri dari PT Vale, Pemerintah Daerah Luwu Timur, BPP Kecamatan Towuti, dan Perwakilan Pemerintah Desa setempat, yang berlangsung mulai dari 25 Agustus 2025 - Akhir Oktober 2025
  2. Penyusunan skema kompensasi yang juga melibatkan OPD terkait di Pemerintahan Daerah, berlangsung pada 2 September 2025
  3. Sosialisasi skema kompensasi dan alur tahapan pembayaran yang dilakukan di setiap desa terdampak, berlangsung pada 7 - 15 Oktober 2025
  4. Finalisasi dan penyesuaian skema berdasarkan masukan masyarakat, berlangsung 7 November 2025
  5. Pembentukan tim verifikasi administrasi tingkat desa untuk memudahkan masyarakat dalam menyiapkan kelengkapan administratif seperti identitas, rekening, dasar kepemilikan lahan, dan lain sebagainya, berlangsung pada 10 Oktober 2025
  6. Pelaksanaan dan implementasi mekanisme pembayaran kompensasi, yang ditandai dengan kegiatan penyerahan simbolis kompensasi oleh Bupati Luwu Timur, berlangsung pada 2 Oktober 2025
  7. Monitoring dan evaluasi

Identifikasi dan verifikasi objek terdampak

Penyusunan skema kompensasi

Penyusunan skema kompensasi

Sosialisasi skema kompensasi ke masyarakat

Sosialisasi skema kompensasi ke masyarakat

Penyerahan simbolis kompensasi

Identifikasi dan verifikasi objek terdampak

Penyusunan skema kompensasi

Sosialiasi skema kompensasi ke masyarakat


B. Progres pembayaran kompensasi

  1. Sampai dengan 20 Agustus 2026, progres penyelesaian kompensasi telah mencapai 91,14% dan perusahaan berkomitmen untuk melakukan penyelesaian sampai 100%
  2. Objek terdampak: Padi, empang, kebun, nelayan tangkap, nelayan bubu, usaha pertanian, ternak, penjual ikan danau, ikan hias, sumur warga, sumur sawah, dan sawah mina padi
  3. Objek terdampak dengan pembayaran kompensasi yang sudah mencapai 100%: nelayan tangkap, nelayan bubu, penjual ikan danau, ikan hias
  4. Desa dengan pembayaran objek terdampak yang sudah 100%: Desa Pekaloa
     

C. Detail kendala dan upaya penyelesaian

  1. Kejelasan luasan dan batas kepemilikan lahan antar masyarakat

    Dalam hal ini PT Vale memfasilitasi untuk memperjelas batas antara masing-masing pemilik dengan melakukan pengukuran langsung di Lapangan menggunakan GPS. 

  2. Kelengkapan administrasi

    PT Vale bersama Pemerintah membentuk tim di tingkat desa untuk membantu masyarakat dalam mempersiapkan kelengkapan berkas yang diperlukan. 

  3. Tidak menyepakati nilai kompensasi

    Beberapa masyarakat tidak setuju dengan skema kompensasi sehingga tidak bersedia menerima kompensasi yang ditawarkan oleh PTVI. Untuk kendala seperti ini, beberapa kali dilakukan pertemuan dan dialog dengan masyarakat untuk mendengarkan apa yang menjadi aspirasinya, dan mencari titik kesepakatan antara PTVI dan Masyarakat. 

  4.  Tidak ada kesepakatan antara pemilik dan penggarap

    PTVI Mengakomodir pembayaran terpisah antara pemilik dan penggarap lahan, sesuai dengan aspirasi masyarakat, yang dituangkan dalam surat kesepakatan antara pemilik dan penggarap terkait proporsi pembagian atas hak antara pemilik dan penggarap. Namun ada beberapa yang tidak saling bersepakat satu sama lain. Untuk keadaan seperti ini, PTVI dan Pemerintah Desa setempat mengambil inisiatif untuk memediasi para pihak agar ditemukan kesepakatan. 

  5. Kendala internal adanya migrasi sistem. Di masa-masa akhir pelaksanaan pembayaran kompensasi, PTVI melakukan migrasi sistem internal perusahaan sehingga sempat menghambat proses pembayaran selama beberapa waktu. Namun saat ini kendala tersebut sudah teratasi dan proses pembayaran objek yang belum terbayar kembali berlanjut. 

D. Penyelesaian pengaduan

Sampai dengan 20 Agustus 2026, perusahaan telah menindaklanjuti dan menyelesaikan 88,75% aduan dan keluhan

Seluruh penyelesaian pengaduan terkait kompensasi masih terus berjalan sesuai dengan mekanisme penanganan keluhan yang berlaku di perusahaan dan telah disosialisasikan kepada pemangku kepentingan terkait (detail upaya yang dilakukan dapat dilihat pada Poin C)

Untuk laporan, keluhan, kekhawatiran, atau masukan terkait proses ini, silakan menghubungi hotline pengaduan melalui nomor WhatsApp yang tercantum di bawah.

0811 4430 1679


PT Vale juga menyediakan mekanisme pelaporan anonim melalui Vale Whistleblower Channel (VWC). Silakan klik di sini untuk mengakses platform VWC.

Klik tombol di bawah untuk menelusuri halaman ini:


Berita

Berita dan Rilis

September 10, 2025

Pemulihan Berkelanjutan: Jaga Ekosistem Danau Towuti, PT Vale Uji Kualitas Air

Upaya pemulihan pasca-insiden pipa minyak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur terus berlanjut dengan mengedepankan pendekatan kolaborasi dan ilmiah. Memasuki hari ke-19, PT Vale kini fokus memastikan kualitas air di Danau Towuti terjaga. Selanjutnya >>

Fotógrafo: xxxx

Tim gabungan memperkuat upaya pemulihan lingkungan dengan pendekatan berbasis data ilmiah. Pemantauan kualitas udara dilakukan berdasarkan aduan warga yang disampaikan ke Posko Pengaduan dan Informasi. Selanjutnya>>

09/09/2025
Upaya pemulihan terus menunjukkan hasil yang signifikan. Di balik setiap progres, terdapat semangat gotong royong dan sinergi erat antara PT Vale, Pemda, MIND ID, dan masyarakat setempat.
 Selanjutnya >>
08/09/2025
Proses pemulihan yang transparan, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi dilakukan melalui dua pendekatan utama: integritas data ilmiah yang komprehensif dan aksi gotong royong. Selanjutnya >>
07/09/2025

Pemda Lutim bersama PT Vale memaparkan mekanisme solusi kepada masyarakat terdampak yang mencakup klasifikasi dampak, skema kompensasi, serta perpanjangan periode tanggap darurat. Selanjutnya >>

06/09/2025

Upaya diskusi dengan masyarakat juga terus dilakukan, pada tanggal 27 Oktober 2025, PT Vale kembali melaksanakan dialog terbuka dengan dimediasi oleh Irwan Bachri Syam, Bupati Luwu Timur, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Forkopimda.  Selanjutnya>>

27/10/2025
PT Vale terus menjalankan langkah-langkah pemulihan pasca insiden kebocoran pipa minyak dengan pendekatan yang terbuka, ilmiah, dan kolaboratif.
 Selanjutnya >>
25/10/2025
PT Vale menekankan dialog terbuka, transparansi, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat. PT Vale menghargai setiap aspirasi yang disampaikan secara konstruktif untuk mencapai solusi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Selanjutnya >>
23/10/2025

Sebanyak empat desa di Kecamatan Towuti yang terdampak yakni Lioka, Matompi, Langkea Raya dan Timampu telah diberikan sosialisasi terkait penyaluran dana kompensasi.  Selanjutnya >>

22/10/2025

PT Vale menegaskan kemajuan signifikan penanggulangan pasca kejadian kebocoran pipa minyak. Dari sebelas titik , enam titik telah selesai ditangani dengan baik, di mana tidak ditemukan lagi sisa minyak secara kasat mata di aliran air. Selanjutnya>>

22/10/2025
PT Vale terus mengedepankan transparansi, pendekatan ilmiah, dan dialog terbuka dengan masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi di Desa Timampu, perusahaan memperkuat upaya pemulihan sosial dan lingkungan yang dilakukan secara bertanggung jawab dan terukur.
 Selanjutnya >>
08/10/2025
PT Vale tegaskan komitmennya menghadapi insiden kebocoran pipa minyak dengan solusi yang bertanggung jawab, transparan, dan berkeadilan. Selanjutnya >>
02/10/2025

Upaya pemulihan pasca-insiden pipa minyak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur terus berlanjut dengan mengedepankan pendekatan kolaborasi dan ilmiah. Memasuki hari ke-19, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) kini fokus memastikan kualitas air di Danau Towuti terjaga. Selanjutnya >>

10/09/2025

Tim gabungan memperkuat upaya pemulihan lingkungan dengan pendekatan berbasis data ilmiah. Pemantauan kualitas udara dilakukan berdasarkan aduan warga yang disampaikan ke Posko Pengaduan dan Informasi. Selanjutnya>>

09/09/2025
Upaya pemulihan terus menunjukkan hasil yang signifikan. Di balik setiap progres, terdapat semangat gotong royong dan sinergi erat antara PT Vale, Pemda, MIND ID, dan masyarakat setempat.
 Selanjutnya >>
08/09/2025
Proses pemulihan yang transparan, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi dilakukan melalui dua pendekatan utama: integritas data ilmiah yang komprehensif dan aksi gotong royong. Selanjutnya >>
07/09/2025

Pemda Lutim bersama PT Vale memaparkan mekanisme solusi kepada masyarakat terdampak yang mencakup klasifikasi dampak, skema kompensasi, serta perpanjangan periode tanggap darurat. Selanjutnya >>

06/09/2025

Dari langkah-langkah darurat di hari-hari awal, proses pemulihan kini ditata lebih terstruktur melalui sinergi Pemerintah Daerah Luwu Timur, masyarakat, dan PT Vale. Selanjutnya>>

03/09/2025
 Upaya pemulihan dampak kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti sejak 23 Agustus 2025 berjalan semakin progresif berkat keterlibatan aktif masyarakat yang bersinergi dengan PT Vale.  Selanjutnya>>
02/09/2025
Memasuki hari ke-10 pasca kejadian kebocoran pipa minyak pada tanggal 23 Agustus 2025, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) masih melanjutkan upaya pemulihan dampak secara transparan dan berkeadilan. Selanjutnya >>
01/09/2025

Di tengah dampak kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, warga Dusun Molindowe di Desa Lioka dan Desa Timampu menghadapi krisis air bersih. Selanjutnya >>

31/08/2025

Sebuah insiden dapat menjadi ujian sekaligus titik balik. Bagi PT Vale, kebocoran pipa minyak yang terjadi di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, pada 23 Agustus 2025 lalu adalah momen penting untuk membuktikan bahwa pemulihan bukan hanya soal menangani dampak. Selanjutnya>>

29/08/2025
 Kejadian kebocoran pipa minyak yang berdampak pada sejumlah desa di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, menjadi sebuah tantangan yang memerlukan kebersamaan semua pihak. Dari masyarakat hingga pemerintah, dari tenaga teknis hingga dukungan perusahaan, semua bergerak dengan hati untuk mempercepat pemulihan.  Selanjutnya>>
28/08/2025
Lima hari pasca insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, semangat kebersamaan masyarakat menjadi sumber kekuatan dalam proses pemulihan.  Selanjutnya >>
27/08/2025

Sejak hari pertama insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, 23 Agustus 2025, PT Vale langsung menggerakkan tim darurat yang bekerja siang dan malam untuk meminimalisir dampak terhadap masyarakat dan lingkungan. Selanjutnya >>

26/08/2025

Memasuki hari ketiga insiden kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, PT Vale menegaskan komitmen penuh untuk menangani situasi ini secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab. Selanjutnya>>

25/08/2025
Insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, pada Sabtu, 23 Agustus 2025, menjadi bukti nyata bahwa kekuatan gotong royong adalah kunci menghadapi krisis. Selanjutnya>>
24/08/2025
Memasuki hari ketiga insiden kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, PT Vale menegaskan komitmen penuh untuk menangani situasi ini secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab. Selanjutnya >>
08/25/2025

Insiden kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, pada Sabtu, 23 Agustus 2025, menjadi bukti nyata bahwa kekuatan gotong royong adalah kunci menghadapi krisis. Selanjutnya >>

08/24/2025

Pusat Pengaduan dan Informasi

PT Vale Indonesia telah membuka Pusat Pengaduan & Informasi di Kantor Kecamatan Towuti untuk mendukung warga yang terdampak.
Masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan, masukan, atau laporan secara langsung melalui posko tersebut.

📞 Anda juga dapat menghubungi kami melalui hotline: 0811-4430-1679
💬 Kami terbuka terhadap laporan, saran, dan masukan dari masyarakat.

Towuti Recovery Plan: Restoring Nature, Supporting Communities

As part of our responsibility, we have initiated a comprehensive recovery plan that addresses environmental and social aspects, with the primary goal of ensuring safety, sustainability, and reassurance for the community.

PT Vale Indonesia Tbk expresses deep concern over the pipeline incident that occurred in Lioka Village, Towuti Subdistrict. We understand that this situation has affected both the environment and the lives of the surrounding community. As part of our responsibility, we have initiated a comprehensive recovery plan that addresses environmental and social aspects, with the primary goal of ensuring safety, sustainability, and reassurance for the community.

Environmental Recovery

  • Pipeline Area: The affected pipeline area has been secured and cleaned. Oil booms and oil traps have been installed to prevent further spread, and containment ponds have been built to collect residual oil.

  • Ecological Restoration 

    • Flora: Assessment and restoration of affected vegetation are underway.  

    • Fauna: Wildlife monitoring is being conducted to ensure habitats remain safe.  

    • Waste Management: Recovered oil and contaminated materials are being safely stored and processed in PT Vale’s licensed hazardous waste facility, in accordance with environmental standards.  

    • Land Management: Soil testing is ongoing. Remediation techniques, including bioremediation, will be applied to restore land health and usability.

Social Recovery

  • Agrarian Support 

    • Rice Fields:PT Vale is working closely with local governments and farming communities to assess the condition of affected rice fields and provide support through soil recovery, replanting assistance, and livelihood protection.  

    • Non-Rice Fields: Other agricultural lands are also being evaluated to ensure all affected livelihoods are considered.

  • Public Facilities 

    • Access: Roads and pathways to affected areas are being repaired to ensure safe access for residents and recovery teams.  

    • Irrigation Channels and Dam: PT Vale is inspecting and cleaning irrigation channels and nearby dams to ensure they remain safe and functional. Structural assessments are being conducted, and any necessary repairs will be coordinated with local authorities.

This recovery plan reflects PT Vale’s commitment to assure the community that recovery efforts are thorough, collaborative, and focused on long-term sustainability. We are working hand-in-hand with local authorities and residents to ensure that life in Towuti continues safely and steadily.

Fotógrafo: xxxx

FAQ

T: Apakah kejadian bocornya pipa minyak PT Vale di desa Lioka PT Vale berbahaya untuk lingkungan? 
J: PT Vale menyadari insiden pipa minyak menimbulkan berbagai kekhawatiran masyarakat dalam aspek lingkungan. Perseroan telah mengambil langkah mitigasi awal untuk menjamin sebaran minyak tidak meluas dengan memasang oil boom & oil trap. Di lain sisi, PT Vale juga melakukan pengujian kualitas air dan tanah agar dampak lingkungan dapat dimitigasi dengan baik. PT Vale berkomitmen untuk melakukan operasi secara berkelanjutan dengan mengedepankan kelestarian lingkungan. 

T: Jika sawah saya terkontaminasi minyak dari pipa bocor PT Vale, di mana saya harus mengadu? 
J: Saat ini, PT Vale membuka Posko Informasi & Dukungan di Balai Desa Lioka serta menerima laporan, saran dan masukan melalui nomor hotline 081144301679. PT Vale memastikan masyarakat mendapat informasi terkini terkait penanganan kebocoran pipa minyak. Keterbukaan informasi adalah kunci kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan perusahaan untuk memastikan kehidupan di Desa Lioka tetap berjalan baik. 

T: Apa bentuk pertanggungjawaban PT Vale atas pipa minyak yang mencemari persawahan masyarakat? 
J: PT Vale menyadari bahwa sawah, tanah, air adalah sumber kehidupan masyarakat. Perseroan bergerak cepat untuk memitigasi insiden agar keberlangsungan hidup masyarakat Lioka terganggu. PT Vale terus membuka ruang diskusi bersama pemerintah desa juga masyarakat yang terdampak terkait penanganan yang sedang dilakukan.

T:Apa yang sudah dilakukan  PT Vale untuk mengantisipasi dampak pencemaran lingkungan dari insiden pipa bocor?
J: Setelah menerima laporan, PT Vale sigap membentuk tim Emergency Response Group (ERG) untuk menangani insiden dengan menjamin keselamatan para pekerja, masyarakat dan perlindungan lingkungan. Tim ERG telah memasang oil boom & oil trap untuk mencegah penyebaran minyak serta melakukan pembersihan dan pengamanan lokasi awal insiden. 

T: Apa yang menyebabkan pipa minyak PT Vale bocor? 
J: Insiden kebocoran pipa minyak diduga terjadi karena adanya pergerakan tanah. Penyebab masih terus diselidiki oleh tim ERG yang telah dibentuk dan mitigasi dampak juga dilakukan untuk memastikan kehidupan masyarakat Lioka tetap berjalan dengan baik.

T: Berapa banyak wilayah yang terdampak dari insiden bocornya pipa minyak di Desa Lioka?
J: Sampai saat ini, PT Vale masih melakukan pendataan terkait berapa banyak wilayah yang terdampak dari insiden yang terjadi. PT Vale memastikan bahwa kehidupan masyarakat tetap berjalan dengan baik dengan menghadirkan Posko Bantuan Informasi & Dukungan di Balai Desa Lioka. PT Vale juga menyediakan Posko Medis dan Dapur Umum untuk mendukung masyarakat yang terdampak.



Remediation

Fotógrafo: xxxx