

Meskipun operasi inti pirometalurgi PT Vale tidak menghasilkan tailing konvensional, pengembangan proyek hilirisasi berbasis hidrometalurgi meningkatkan risiko terbentuknya lumpur kimia (chemical sludge). Untuk mengelola risiko tersebut, fokus perusahaan diarahkan pada pengembangan solusi pemulihan produk samping (by-product recovery) yang terverifikasi serta penguatan kemitraan guna memastikan keamanan dan keandalan fasilitas pengelolaan residu.
Pendekatan
Operasi inti PTVI di Sorowako menggunakan teknologi pirometalurgi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), yang tidak menghasilkan tailing industri maupun lumpur residu yang umumnya dihasilkan oleh proses hidrometalurgi. Namun, proyek-proyek joint venture High Pressure Acid Leach (HPAL) yang mendukung rantai pasok material baterai menghasilkan residu proses yang memerlukan pengelolaan khusus.
Untuk itu, PT Vale bekerja sama dengan para mitra joint venture dalam menerapkan praktik pengelolaan residu yang bertanggung jawab, sesuai dengan regulasi yang berlaku serta praktik terbaik yang diakui secara internasional, guna meminimalkan dampak lingkungan dan mendukung operasi yang berkelanjutan.

Photo: PT Vale Indonesia
Kinerja
PT Vale telah memanfaatkan kembali lebih dari 5 juta ton slag untuk mendukung berbagai kebutuhan konstruksi internal. Pada tahun 2024, sebanyak 377.964 ton slag nikel secara khusus digunakan sebagai material lapis pondasi jalan (road base) untuk pembangunan infrastruktur. Selain itu, tim Riset dan Pengembangan (R&D) terus mengembangkan proyek pada tahap Front-End Loading (FEL) yang berfokus pada pemanfaatan panas sisa (waste heat recovery) dari proses granulasi slag guna meningkatkan efisiensi energi dan nilai tambah sumber daya.
Inovasi pemanfaatan slag juga memperoleh pengakuan eksternal. Proyek Slag Warrior, yang mengubah slag nikel menjadi material infrastruktur yang ramah lingkungan, meraih penghargaan Platinum Award pada ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIX. Penghargaan ini mencerminkan komitmen PT Vale dalam mendorong ekonomi sirkular, efisiensi sumber daya, dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

<div>PT Vale sets bold governance and ESG targets, driving ethical leadership, gender equity, and resilient, transparent, sustainable operations:</div>
Reused more than 5 million tons of slag in internal construction. In 2024, 377,964 tons of nickel slag were specifically directed to road-base infrastructure construction. R&D teams advanced a Front-End Loading (FEL) stage project focusing on waste heat recovery from slag granulation.
The Slag Warrior project won a Platinum Award at the TKMPN XXIX conference for utilizing slag as environmentally friendly infrastructure material.
These goals are integrated into the company’s culture, systems, and decision-making processes.

Kebijakan dan Dokumen Pengelolaan Tailing PT Vale
Pengelolaan residu pertambangan dan metalurgi diatur melalui Mining and Metallurgical Waste Policy, yang mewajibkan identifikasi potensi nilai tambah produk samping pasca-ekstraksi guna mengoptimalkan pemulihan sumber daya, meminimalkan timbulan limbah, serta mendukung kegiatan riset dan pengembangan (R&D) untuk pemanfaatan kembali slag dan residu tambang.