

PT Vale menerapkan perencanaan penutupan tambang yang terintegrasi sepanjang siklus hidup operasi untuk mendukung transformasi area tambang menjadi lanskap pascatambang yang stabil dan produktif. Pendekatan ini menggabungkan reklamasi progresif dengan visi pembangunan wilayah jangka panjang guna menciptakan nilai berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.
Pendekatan
Perencanaan penutupan tambang telah terintegrasi sepenuhnya sejak tahap awal perencanaan operasi di seluruh aset PT Vale, termasuk Operasi Sorowako, IGP Morowali, dan IGP Pomalaa. Pendekatan ini menekankan pelaksanaan pemulihan lahan secara progresif melalui stabilisasi bentang lahan, pengelolaan tanah, revegetasi, serta rehabilitasi ekosistem guna mengurangi risiko erosi, sedimentasi, dan dampak lingkungan lainnya.
Dengan operasi aktif yang diperkirakan berlanjut hingga pertengahan dekade 2040-an, reklamasi progresif dan perencanaan penutupan tambang yang adaptif tetap menjadi elemen penting dalam komitmen PT Vale terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, serta optimalisasi pemanfaatan lahan pascatambang untuk mendukung pembangunan jangka panjang.

Photo: PT Vale Indonesia
Rehabilitation Approach
Implementation of progressive mine reclamation for disturbed areas of previous mining activities by integrating mining and reclamation planning to effectively minimize the mine footprint toward closure.
Mining Closure Approach
Developing and implementing a mine closure plan and regularly updating it through stakeholder engagement and public consultation. This ensures the optimization of creating a safe and sustainable environment while providing new alternative economic resources to support ongoing regional development in accordance with its designation.
Commitments
We are committed to gradually reclaiming ex-mining land up to 70% by 2025
PT Vale sets bold governance and ESG targets, driving ethical leadership, gender equity, and resilient, transparent, sustainable operations:
- Target Zero Waste to Landfill by 2025, five years ahead of national targets.
- Continue watershed rehabilitation across 18 districts in 4 provinces.
- Implement Land Access and Resettlement Framework (LARF) to ensure responsible land use and community development.
- Support post-relocation sustainable livelihoods, including agroforestry, eco-tourism, and solar-powered infrastructure.
- Align with Carbon Neutral Roadmap 2050, integrating land reclamation into decarbonization efforts.
41.2%
increased from 2023
DAS (watershed) Rehabilitation outside concession in 2025 achieved 17,877 hectares across five provinces: Sulawesi, Central Sulawesi, Southeast Sulawesi, West Java, and Bali
178.9 ha
land rehabilitated in 2024 at Sorowako Block
We are committed to progressively reclaiming 70% of ex-mining land by 2025. By August 2024, the total land that has been reclaimed has reached 3,817 ha, with a total of 4.8 million trees.
Disclaimer:
Following the company's transition due to divestment required by the local law and our evolving growth strategy, we are currently re-evaluating our reclamation commitments to ensure they remain aligned with our expanding operational footprint, long-term business objectives, and applicable regulatory requirements. We remain committed to implementing progressive reclamation throughout the mining lifecycle and will continue to update our targets as part of our integrated mine rehabilitation and closure planning.
- Conduct a comprehensive biodiversity strategy study in 2025 to support the goal of achieving No Net Loss and ultimately a Net Positive Impact on biodiversity.
- Expand ex-situ conservation programs, including arboretums and wildlife centers.
- Strengthen partnerships with universities and NGOs for scientific biodiversity monitoring and conservation.
- Continue vegetative propagation and industrial symbiosis to support local livelihoods and biodiversity.

Foto: PT Vale Indonesia
Kinerja
Pada tahun 2025, PT Vale melaksanakan reklamasi pascatambang seluas 156,67 hektare di Sorowako dan 1,42 hektare di Bahodopi (IGP Morowali). Secara kumulatif, reklamasi di dalam wilayah konsesi Sorowako telah mencapai 65,09% dari total area tambang terbuka kumulatif, dengan tingkat keberhasilan rehabilitasi sebesar 86%, melampaui persyaratan minimum yang ditetapkan regulator. Aktivitas pembukaan lahan selama tahun berjalan terutama terkait dengan pengembangan proyek pertumbuhan di IGP Pomalaa, sementara luas area lahan terganggu yang belum direklamasi di seluruh operasi mencapai 3.222,13 hektare pada awal tahun 2025.
Selain di dalam wilayah konsesi, PT Vale juga terus melaksanakan program rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai bagian dari kewajiban penggunaan kawasan hutan. Hingga akhir tahun 2025, luas kumulatif rehabilitasi DAS mencapai 18.849 hektare yang tersebar di lima provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat, dan Bali. Program ini berkontribusi pada pemulihan bentang alam dan ekosistem, peningkatan stabilitas tanah, pengurangan risiko erosi, serta keberlanjutan fungsi hidrologis DAS yang penting bagi ketahanan lingkungan jangka panjang.


Kebijakan dan Dokumen Penutupan serta Rehabilitasi Tambang
Penutupan dan rehabilitasi tambang PT Vale diatur melalui Sustainability Policy yang mengintegrasikan perencanaan tambang dengan pelaksanaan reklamasi progresif untuk mengurangi dampak lingkungan dan meminimalkan area lahan terganggu selama masa operasi. Kebijakan ini mensyaratkan pembaruan berkala atas rencana penutupan tambang melalui proses konsultasi publik dan pelibatan para pemangku kepentingan guna mendukung terciptanya manfaat sosial-ekonomi jangka panjang serta sumber penghidupan alternatif bagi masyarakat pascatambang